BR school (of thought)

Class Discussions (in Bahasa Indonesia)

16
Jan
2006

Mengajarkan Kebersihan

by Budi Rahardjo



Sampah

Bagaimana mengajarkan kebersihan?

Gambar di samping ini menunjukkan bekas makan pada sebuah acara. Piring, gelas, kertas tisu, dan lain-lain dibiarkan berantakan. Mengapa yang bersangkutan tidak meletakkannya di tempat yang mudah dibersihkan? Mungkin yang bersangkutan juga tidak salah karena tidak disediakan tempat untuk menyimpannya. Jika demikian, maka yang menyelenggarakan acaralah yang salah.

Inti yang ingin saya sampaikan adalah kebersihan perlu diajarkan sehingga menjadi bagian dari kebiasaan kita sehari-hari. Kita tidak dapat beranggapan bahwa orang langsung mengerti. Ada kalanya orang lupa, atau memang tidak tahu.

Ayo kita ajarkan dan contohkan kebersihan.



Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)

3 Responses to “Mengajarkan Kebersihan”

  1.   feha Says:

    mari kita ajarkan kebersihan terutama pada anak2 supaya tidak lagi mencontoh org dewasa yg salah

  2.   Budi Rahardjo Says:

    Masalahnya, saat ini tidak ada pengajaran kepada anak-anak. Tidak ada contoh juga. Bagaimana mereka bisa mengerti kalau yang mereka lihat adalah mudahnya orang menyampah?

    Mestinya ada iklan-iklan tentang kebersihan.
    Yuk buat yuk?

  3.   Lili Says:

    Kenapa bisa lupa? Karena sengaja engga mau melihat tempat terakhir sebelum meninggalkan tempatnya atau terlalu malu untuk bertanya?
    Saya biasa diajarin orang tua untuk check lagi tempat terakhir sebelum meninggalkan tempat saya baik itu kursi, rumah atau sofa, jadi saya tahu kalo ada yang tertinggal dan bisa saya beresin sebelum meninggalkan tempat. Kalo hal ini ada di indo, bukannya para tamu bisa menghargai yang mengundang dan memeriksa ulang atau menanyakan dimana harus menaruh piring kotor ataupun membuang sampah. Ga ada salahnya bertanya jika yang diundang menghargai tuan rumahnya kan?