<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengajarkan Kebersihan</title>
	<atom:link href="http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/</link>
	<description>Class Discussions (in Bahasa Indonesia)</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2008 03:43:22 -0400</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Lili</title>
		<link>http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/comment-page-1/#comment-10</link>
		<dc:creator>Lili</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Apr 2006 14:24:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/#comment-10</guid>
		<description>Kenapa bisa lupa? Karena sengaja engga mau melihat tempat terakhir sebelum meninggalkan tempatnya atau terlalu malu untuk bertanya?
Saya biasa diajarin orang tua untuk check lagi tempat terakhir sebelum meninggalkan tempat saya baik itu kursi, rumah atau sofa, jadi saya tahu kalo ada yang tertinggal dan bisa saya beresin sebelum meninggalkan tempat. Kalo hal ini ada di indo, bukannya para tamu bisa menghargai yang mengundang dan memeriksa ulang atau menanyakan dimana harus menaruh piring kotor ataupun membuang sampah. Ga ada salahnya bertanya jika yang diundang menghargai tuan rumahnya kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa bisa lupa? Karena sengaja engga mau melihat tempat terakhir sebelum meninggalkan tempatnya atau terlalu malu untuk bertanya?<br />
Saya biasa diajarin orang tua untuk check lagi tempat terakhir sebelum meninggalkan tempat saya baik itu kursi, rumah atau sofa, jadi saya tahu kalo ada yang tertinggal dan bisa saya beresin sebelum meninggalkan tempat. Kalo hal ini ada di indo, bukannya para tamu bisa menghargai yang mengundang dan memeriksa ulang atau menanyakan dimana harus menaruh piring kotor ataupun membuang sampah. Ga ada salahnya bertanya jika yang diundang menghargai tuan rumahnya kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budi Rahardjo</title>
		<link>http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/comment-page-1/#comment-3</link>
		<dc:creator>Budi Rahardjo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2006 10:30:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/#comment-3</guid>
		<description>Masalahnya, saat ini tidak ada pengajaran kepada anak-anak. Tidak ada contoh juga. Bagaimana mereka bisa mengerti kalau yang mereka lihat adalah mudahnya orang menyampah?

Mestinya ada iklan-iklan tentang kebersihan.
Yuk buat yuk?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masalahnya, saat ini tidak ada pengajaran kepada anak-anak. Tidak ada contoh juga. Bagaimana mereka bisa mengerti kalau yang mereka lihat adalah mudahnya orang menyampah?</p>
<p>Mestinya ada iklan-iklan tentang kebersihan.<br />
Yuk buat yuk?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: feha</title>
		<link>http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/comment-page-1/#comment-2</link>
		<dc:creator>feha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2006 01:18:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budi.edublogs.org/2006/01/16/mengajarkan-kebersihan/#comment-2</guid>
		<description>mari kita ajarkan kebersihan terutama pada anak2 supaya tidak lagi mencontoh org dewasa yg salah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari kita ajarkan kebersihan terutama pada anak2 supaya tidak lagi mencontoh org dewasa yg salah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
