BR school (of thought)

Class Discussions (in Bahasa Indonesia)

11
Feb
2006

Mengajarkan ilmu & teknologi tinggi kepada anak-anak

by Budi Rahardjo

Di Indonesia, anak-anak biasanya diremehkan. Mereka dianggap sebagai … ya, anak-anak. Mereka dianggap tidak memiliki kemampuan untuk berpikir sehingga semuanya disuapi. Akibatnya, anak-anak menjadi malas dan terbiasa dengan disuapi.

Kita ambil sebuah contoh pengkerdilan anak-anak. Lagu atau musik untuk anak-anak di Indonesia biasanya monoton dengan “artis” anak-anak lagi yang tidak bisa menyanyi akan tetapi dipaksakan oleh orang tuanya (yang notabene artis musik juga). Kalau di luar negeri, lagu anak-anak tidak harus dinyanyikan oleh anak-anak dan memiliki komposisi yang luar biasa. “Sound of Music” menjadi sebuah contoh.

Baru-baru ini saya melihat Nasional Security Agency (NSA), sebuah lembaga yang ditakuti karena terlalu banyak terlibat dengan penyadapan data di Amerika. Dikatakan bahwa kalau ada komputer yang terhebat di dunia, maka NSA memilikinya. Demikian pula jika dikatakan ada ahli matematika, maka NSA memiliki ahli matematika yang sangat banyak untuk membuat dan memecahkan sandi. Kriptografi merupakan sebuah bidang yang penuh matematik. Untuk mendapatkan talenta yang bagus mereka sudah menyiapkan program untuk anak-anak.

CryptoKids merupakan salah satu upaya Amerika untuk menyiapkan generasi mudanya agar dapat lebih menerima apa-apa yang dikerjakan oleh NSA (termasuk di dalamnya adalah penyadapan data yang sangat ditentang oleh warga Amerika) dan juga membuat anak-anak lebih mengetahui kriptografi sehingga di kemudian hari Amerika akan memiliki stok talenta yang dibutuhkan bagi keamanan negaranya. Luar biasa.

Apakah cara ini akan berhasil? Saya yakin, ya. Ada sebuah cerita mengenai seorang pakar kriptografi (W. Diffie) yang tertarik kepada kriptografi sewaktu guru SD-nya memberikan buku kriptografi for kids. Saya pun memiliki buku “Crack the Code: Secret Messages to Make and Break” karangan K. Woodward yang diperuntukan kepada anak-anak dan ABG.

Sayangnya di Indonesia belum ada upaya untuk melakukan hal tersebut. Saya sendiri mencoba membawa anak-anak SMA untuk melihat proses mikroelektronika (melihat IC, chip, dan produk yang terkait). Sayangnya upaya ini belum terlalu sering saya lakukan karena kesibukan yang saya miliki. Tapi, saya yakin bahwa anak-anak kita perlu kita kenalkan dengan ilmu dan teknologi tinggi dari sejak kecil sehingga ketika mereka berkembang, mereka sudah tidak merasa takut dengan ilmu dan teknologi tersebut. Semoga.

Link terkait, CryptoKids: http://www.nsa.gov/kids/



Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)

Comments are closed.