BR school (of thought)

Class Discussions (in Bahasa Indonesia)

05
Apr
2006

Sekolah untuk menghasilkan buruh?

by Budi Rahardjo



Tadi siang saya kena macet di Jakarta. Ada demo tentang UU Perburuhan(?). Yang demo adalah buruh-buruh. Banyak sekali yang demo. Ribuan!

Ini membuat saya teringat kuliah konsep teknologi (kontek) kemarin yang menghadirkan tamu, mas Moko (seorang entrepreneur). Salah satu hal yang dia katakan adalah bahwa ITB itu bisa berarti “Instutut Tukang Buruh”, yaitu menghasilkan buruh-buruh. Jika semua jadi buruh, maka siapa yang memberikan pekerjaan? Dibutuhkan orang yang menjadi entrepreneur yang membuat lapangan pekerjaan. Para entrepreneur ini adalah “bos” bukan “buruh”. Dapatkah ITB berubah menjadi “Institut Teknologi Bos” ???



Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)

4 Responses to “Sekolah untuk menghasilkan buruh?”

  1.   gatut Says:

    ITB .. menghasilkan buruh-buruh?
    –> masa iya?

    Pertahankan ITB tetap sebagai penghasil ilmuwan-teknologi supaya (karena) perlu orang yang tetap eksplor pada teknologi. Sisi riset, ilmiah, penasaran, … di bidang teknologi.

    “ITB .. menghasilkan buruh-buruh … ”
    tidak berarti kemudian
    “semua jadi buruh”

  2.   Budi Rahardjo Says:

    Mungkin yang dimaksud adalah “ITB saja menghasilkan buruh, apalagi yang lain?” Mana bisa diharapkan.

    Pada kenyataannya malah lulusan non-ITB yang mungkin lebih cocok untuk membuka lapangan pekerjaan, dan … menjadi bos! Jadi, bagi Anda-Anda yang bukan lulusan ITB, jadilah bos! (Nanti Anda bisa mempekerjakan lulusan ITB sebagai anak buah Anda. Ha ha ha. Rasain deh.)

  3.   wikan Says:

    lho pak, ini kan berkaitan juga dengan tulisan pak budi di blog lain (atau suatu milis) yang menyoroti masalah tidak adanya dukungan dari pemerintah terhadap pengembangan teknologi, contohnya voip yang pelaku bisnisnya malah dijatuhi hukuman karena dianggap mencuri pulsa (ini istilah apa ya?) dan merugikan keuangan negara. akhirnya kan, enterpreneur2 itu layu sebelum berkembang. padahal terobosan2 dalam bidang teknologi macam voip ini yang bisa dilakukan dengan cepat dan murah oleh startup company (kalau mau bikin pabrik kimia musti butuh modal besar). lha sekarang gimana? katanya itb mau techno-preneur (enterpreneur berbasis technology). kalau gak ada dukungan buat jadi techno-preneur akhirnya paling pol lulusan itb cuman dagang & jualan mlm aja. ilmu teknologinya gak kepake padahal potensial.

  4.   Budi Rahardjo Says:

    Wikan, memang suasana di Indonesia kurang kondusif bagi entrepreneur. Tapi, halangan ini tidak menjadi hambatan bagi seorang entrepreneur. Kalau memang di Indonesia tidak mendukung, ya pergi ke tempat lain. :p
    Kan tidak harus selalu di Indonesia …
    The Sutarja Brothers (Marvel) sukses di Amerika. Ini merupakan salah satu contoh saja.