Pengganti tas plastik kresek
by Budi RahardjoTeringat hari tanpa tas plastik di India, saya berpikir … bagaimana kalau tas kresek yang notabene dibuat dari plastik digantikan dengan alternatif lain? Sebetulnya ada banyak alternatif, antara lain:
- Kertas. Di luar negeri lazim digunakan “brown bag“, yaitu kantong yang terbuat dari kertas warna coklat. Di Indonesia saya juga sering melihat hal ini. Saya lihat kantong kertas yang digunakan oleh tukang jual tahu goreng, combro, dan gorengan secara umum menggunakan kertas. (Meskipun ini mesti kita pertanyakan kebersihan dari kertas bekas ini dan juga tinta yang melekat di kertas tersebut.) Sayangnya biasanya masih dibungkus dengan tas kresek plastik lagi.
- Besek dan bongsang. Masih ingat jaman dahulu kalau beli makanan biasanya dibungkus dengan besek. Saya masih melihat penjual tahu Sumedang masih pakai bongsang. Bagus. Sekarang sebagian besar tempat menggunakan kotak dari styrofoam. Mengapa tidak kita populerkan besek? Ini bisa menjadi industri kecil tersendiri. Bahannya toh banyak diperoleh di Indonesia. Sekalian menumbuhkan semangat menanam.
Untuk sementara, jika Anda berbelanja, bawalah tas plastik bekas sehingga tidak perlu meminta tas plastik lagi dari penjual. Paling tidak, berkurang penggunaan 1 tas plastik di dunia. Bagaimana kalau kita mulai sebuah inisiatif “kurangi penggunaan tas kresek” atau
“saya mau pakai besek saja, pak”?
May 16th, 2006 at 11:23 am
Setuju dengan mengurangi penggunaan tas kresek. Sampah kresek sangat berpotensi menimbulkan polusi dimanapun di dunia & tidak bisa didaur ulang (recycle). Bahan untuk membuat kresek dari plastik limbah yang tidak berkualitas, berpotensi menimbulkan berbagai macam efek samping. Bayangkan bahan semacam itu sering untuk membungkus makanan tanpa ada penyekat bahan lain. Sangat baik kalau bisa pakai besek atau bahan tradisional alami lainnya, bisa juga dengan tas kertas.
Tapi ada kelebihan tas kresek yaitu bentuk sangat fleksibel dan tahan air. Saya ada pengalaman bawa tas kertas lalu datang gerimis habislah fungsi tas itu kertas itu bolong & isinya berjatuhan. Sedangkan besek kurang flesibel karena bentuknya harus kotak, kaku dan besar. Biasanya bungkusan besek dibawa juga dengan tas kresek
Bagaimanapun saya setuju dan berusaha mengurangi penggunaan tas kresek, ikut mengurangi polusi di dunia. Mungkin alternatifnya perlu dikembangkan tas semacam kresek tapi yang lebih aman: kualitas plastik bagus, bisa didaur ulang, tahan hujan, tidak menimbulkan polusi.
Barangkali harus ada pihak yang turun tangan menangani masalah ini: sejauh mana pengaruh tas kresek terhadap makanan mengingat bahan pembuatnya dari plastik limbah dan sejauh mana pernananya mencemari dunia.
May 16th, 2006 at 5:49 pm
Berdasarkan pengalaman saya, lebih baik orang2 dididik/dibiasakan utk membawa kantong plastik tahan lama yang dapat dibeli di toko. Seandainya, mereka tidak membawa plastik itu utk berbelanja, maka kantong plastik yang disediakan di toko swalayan dipasang harga yg cukup tinggi.
Hal itu cukup ngefek di negara tempat saya tinggal sekarang…
May 18th, 2006 at 5:23 pm
Di oz makin dipopulerkan green bag, coba liat di: http://www.planetark.com/plasticbags/go_green_bag.jpg
Toko2 dibatasi kuota pemakaian tas kresek dan karena itu mereka cenderung memasarkan green bag yg harganya sekitar 2 dollar (dan ga gratis seperti tas kresek) tapi ternyata animo masyarakat cukup tinggi, kesadaran lingkungan disini cukup tinggi sehingga ga jarang mereka pada beli dan bawa green bag ke supermarket. Ada juga yang membawa belanjaan dalam box dari kardus coklat (kan disini ada trolley belanjaan dan mobil, jadi engga usah pakai tas kresek juga bisa). Tapi tas kresek masih bisa beredar dan hanya diberikan kalau pembelian items melebihi 3 biji items. Ada juga supermarket seperti Aldi’s atau warehouse kaya Bunnings yang menjual tas kreseknya seharga 25 sen buat menurunkan minat pemakaian tas kresek.
May 19th, 2006 at 1:24 am
#cuma nambahin cerita dikit
ada teman kantor yang masih menggunakan kantong kresek untuk membungkus jas hujan selama 4 tahun! serius, beliau dulu menggunakan kantong tersebut untuk membawa ransum (rantang) makanan sewaktu masih kerja di datacom solusindo jakarta. hingga akhirnya di purwokerto, sebagai rasa terima kasih untuk teman setia-nya itu akhirnya beliau memutuskan untuk tetap menggunakan kantong tersebut. dan, nggak tau sampai kapan
May 19th, 2006 at 5:17 am
untuk damar. kalau sampai 4 tahun … wah serem. apa nggak jamuran ya?
tapi sayangnya kadang-kadang tidak siapkan tas dan mau bubur ayam. ya akhirnya terima tas plastik lagi 
kami sendiri di sini berusaha untuk membawa tas kresek sendiri kalau belanja bubur ayam
mestinya ada disediakan tas dari kertas atau bongsang aja ya.
May 19th, 2006 at 3:44 pm
tapi saya pernah tuh pak bilang ke yg jualnya (tukang sayur kalo ga salah) ga usah dibungkus kresek karena dikit dan di depan rumah ini. penjualnya maksa, gak sopan katanya kalo dagangan ga dibungkus
May 29th, 2006 at 5:43 pm
Rani, kalau saya sih akhirnya bawa tas kresek sendiri dari rumah. Jadi kalau pak penjualnya mau maksa, ya dia bisa pakai tas kresek bawaan kita.