BR school (of thought)

Class Discussions (in Bahasa Indonesia)

Archive for the 'Lingkungan Hidup' Category

16
May
2006

Pengganti tas plastik kresek

by Budi Rahardjo

Teringat hari tanpa tas plastik di India, saya berpikir … bagaimana kalau tas kresek yang notabene dibuat dari plastik digantikan dengan alternatif lain? Sebetulnya ada banyak alternatif, antara lain:

  • Kertas. Di luar negeri lazim digunakan “brown bag“, yaitu kantong yang terbuat dari kertas warna coklat. Di Indonesia saya juga sering melihat hal ini. Saya lihat kantong kertas yang digunakan oleh tukang jual tahu goreng, combro, dan gorengan secara umum menggunakan kertas. (Meskipun ini mesti kita pertanyakan kebersihan dari kertas bekas ini dan juga tinta yang melekat di kertas tersebut.) Sayangnya biasanya masih dibungkus dengan tas kresek plastik lagi.
  • Besek dan bongsang. Masih ingat jaman dahulu kalau beli makanan biasanya dibungkus dengan besek. Saya masih melihat penjual tahu Sumedang masih pakai bongsang. Bagus. Sekarang sebagian besar tempat menggunakan kotak dari styrofoam. Mengapa tidak kita populerkan besek? Ini bisa menjadi industri kecil tersendiri. Bahannya toh banyak diperoleh di Indonesia. Sekalian menumbuhkan semangat menanam.

Untuk sementara, jika Anda berbelanja, bawalah tas plastik bekas sehingga tidak perlu meminta tas plastik lagi dari penjual. Paling tidak, berkurang penggunaan 1 tas plastik di dunia. Bagaimana kalau kita mulai sebuah inisiatif “kurangi penggunaan tas kresek” atau
“saya mau pakai besek saja, pak”?

08
Feb
2006

Bagaimana membuang batere?

by Budi Rahardjo

Ada yang tahu cara terbaik untuk membuang “batu batre” (baterai? batere?, battery)?

Soalnya, katanya di dalamnya ada bahan-bahan (don’t know what) yang sebaiknya tidak dibuang begitu saja. Buruk bagi lingkungan, katanya. Sementara ini saya akan coba kumpulkan batu batre yang sudah tidak terpakai dulu.

20
Jan
2006

Mengurangi penggunaan plastik

by Budi Rahardjo

Sangat sedih melihat banyaknya penggunaan plastik di Indonesia ini. Yang namanya “tas kresek” digunakan tanpa pikir panjang. Kadang-kadang saya memilih untuk menggabungkan beberapa barang yang dibeli menjadi satu tas saja (tidak minta tas plastik baru atau bahkan menolak). Paling tidak, berkurang 1 tas kresek di Indonesia.

Masih banyak yang lain lagi penggunaan plastik dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti gelas dan botol minuman (air) dalam kemasan. Saya melihat mereka bergelimpangan di jalan, selokan, dan termasuk tempat sampah. Mudah digunakan memang, tapi dampak jangka panjangnya? 

Apakah ada orang yang memikirkan tentang bagaimana mendaur-ulangkan plastik? Apakah sebaiknya kita bakar saja? Atau bagaimana? Ide?

Saya lihat di India (paling tidak, waktu saya numpang liwat di New Delhi), ada program untuk tidak menggunakan plastik pada hari tertentu (Senin?). Jadi, waktu saya beli kain untuk oleh-oleh, mereka dibungkus dengan kertas. Bagus itu. Yuk kita mulai menghemat penggunaan plastik.